a. Pengertian Dan Ruang Lingkup SIA
Sistem Informasi Akuntansi
Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu komponen organisasi untuk mengumpulkan,mengolah,menganalisis dan mengkomunikasikan informasi keuangan dan pengambilan keputusan bagi pihak perusahaan maupun luar perusahaan . Sebuah Sistem Informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah Sistem Informasi.
Ruang Lingkup
1. Ruang lingkup Implementasi aplikasi Sikompak pada Bagian Akuntansi/Pembukuan meliputi pencatatan dan pengolahan data atas transaksi keuangan yang meliputi penjurnalan, posting hingga menghasilkan laporan keuangan perusahaan (General Ledger System).
2. Ruang lingkup Sistem Informasi Aktiva Tetap dan Persediaan terdiri dari mutasi penambahan dan pengurangan pada aktiva tetap dan persediaan serta perhitungan penyusutan dan nilai buku aktiva tetap.
3. Ruang Lingkup implementasi Billing System yang telah terkomputerisasi terdiri dari beberapa sub-sistem antara lain sub-sistem penyambungan baru, sub-sistem administrasi rekening, sub-sistem pelayanan pelanggan (customer service) dan sub-sistem penagihan dan penerimaan kas.
b. Siklus Pemrosesan Akuntansi
- Siklus Pendapatan
Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berulang dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan-penjualan tersebut.
Apa sajakah dari empat aktivitas dasar bisnis yang dilakukan dalam siklus pendapatan ?
- Entri pesanan penjualan
Proses entri pesanan penjualan mencakup tiga tahap:
- Mengambil pesanan dari pelanggan
- Memeriksa dan menyetujui kredit pelanggan
- Memeriksa ketersediaan persediaan
- Pengiriman
- Siklus Produksi
Siklus Produksi adalah rangkaian aktivitas bisnis dan operasi pemrosesan data terkait yang terus terjadi yang berkaitan dengan pembuatan produk.
Ada empat aktivitas dasar dalam siklus produksi :
- Perancangan Produk
Langkah pertama dalam siklus produksi adalah Perancangan produk.
Tujuan aktivitas ini adalah untuk merancang sebuah produk yang memenugi permintaan dalam hal kualitas, ketahanan, dan fungsi, dan secara simultan meminimalkan biaya produksi.
- Perencanaan dan Penjadwalan
Langkah kedua dalam siklus produksi adalah perencanaan dan penjadwalan.
Tujuan dari langkah ini adalah mengembangkan rencana produksi yang cukup efisien untuk memenuhi pesanan yang ada dan mengantisipasi permintaan jangka pendek tanpa menimbulkan kelebihan persediaan barang jadi.
- Operasi Produksi
Langkah ketiga dalam siklus produksi adalah produksi aktual dari produk.
Cara aktivitas ini dicapai sangat berbeda di berbagai perusahaan.
- Akuntansi Biaya
Langkah terakhir dalam siklus produksi adalah akuntansi biaya.
- Siklus Keuangan / Penggajian
Apakah aktivitas-aktivitas dasar yang dilakukan dalam siklus penggajian ?
- Perbarui File Induk Penggajian
- Perbarui Tarif dan Pemotongan pajak
- Validasi Data Waktu dan Kehadiran
- Mempersiapkan Penggajian
- Membayar Gaji
- Hitung Kompensasi dan Pajak yang Dibayar Perusahaan
- Keluarkan Pajak Penghasilan dan Potonagn Lain-Lain
c. Pearanan SIA Dalam Rantai ( Value Chain )
Pada umumnya organisasi bertujuan menyediakan nilai untuk pelanggan. Hal tersebut membutuhkan pelaksanaan berbagai kegiatan yang berbeda-beda, dan dapat dikonseptualisasikan dalam bentuk rantai nilai (value chain).
Rantai nilai organisasi terdiri dari lima aktivitas utama (primary activities) yang secara langsung memberikan nilai kepada para pelanggannya, yaitu:
1. Inbound logistics
terdiri dari penerimaan, penyimpanan, dan distribusi bahan-bahan masukan yang digunakan oleh organisasi untuk menghasilkan produk dan jasa yang dijualnya.
2. Operasi (operations)
adalah aktivitas-aktivitas yang mengubah masukan menjadi jasa atau produk yang sudah jadi.
3. Outbond logistics
adalah aktivitas-aktivitas yang melibatkan distribusi produk yang sudah jadi ke para pelanggan.
4. Pemasaran dan penjualan
mengarah pada aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan membantu para pelanggan untuk membeli jasa atau produk yang dihasilkan organisasi.
5. Pelayanan (service)
memberikan dukungan pelayanan purna jual kepada para pelanggan.
Organisasi juga melaksanakan berbagai aktivitas pendukung (support activities) yang memungkinkan kelima aktivitas utama tersebut dilaksanakan secara efisien dan efektif. Aktivitas-aktivitas pendukung tersebut dapat dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu:
1. Infrastruktur perusahaan mengarah pada aktivitas-aktivitas akuntansi, keuangan, hukum, dan administrasi umum yang penting bagi sebuah organisasi untuk beroperasi. SIA adalah bagian dari infrastruktur perusahaan.
2. Sumber daya manusia melibatkan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan perekrutan, pengontrakan, pelatihan, dan pemberian kompensasi dan keuntungan bagi pegawai.
3. Teknologi merupakan aktivitas yang meningkatkan produk atau jasa. Contoh: penelitian dan pengembangan, investasi dalam teknologi informasi yang baru, pengembangan Website, dan desain produk.
4. Pembelian (purchasing) termasuk seluruh aktivitas yang melibatkan perolehan bahan mentah, suplai, mesin, dan bangunan yang digunakan untuk melaksanakan aktivitas-aktivitas utama.
Sabtu, 01 Oktober 2011
Kamis, 02 Juni 2011
Inilah Arahan SBY untuk Elite Partai Demokrat

Jakarta - Pada Rabu (25/5/2011) malam, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memanggil jajaran pengurus DPP, Dewan Pembina dan Dewan Kehormatan Partai Demokrat ke kediamannya di Puri Cikeas Indah, Bogor.
Dalam pertemuan itu, SBY memberikan arahan kepada para elite Partai Demokrat untuk tetap bersatu dan solid pasca pemecatan M Nazaruddin dari jabatan bendahara umum. Berikut petikan arahan SBY dalam pidatonya.
Pertemuan malam hari ini sebagaimana disampaikan Bung Anas Urbaningrum adalah pertemuan yang khusus bukan pertemuan reguler. Saya tahu di antara saudara tengah menjalankan tugas dan amanat dengan kegiatan yang padat. Tapi karena pertemuan malam ini penting saya terima kasih atas perhatian saudara semua.
Saya selaku Presiden, dalam bulan Mei ini agenda sangat padat, sejak selesai konferensi ASEAN kemarin sampai Juni ini kegiatan saya berada di suatu periode yang amat padat, para menteri tahu itu, tetapi saya menganggap pertemuan ini sangat penting sehingga harus dilaksanakan.
Saudara-saudara bagi yang dulu aktif berjuang sejak 2001 utamanya 2004 sampai 2009 tentu ingat saya jarang turun langsung seperti ini karena saya harus jalankan tugas mulia amanat rakyat di pemerintahan. Dulu juga ada masalah-masalah internal tapi saya pilih tidak sering turun, saya percayakan kepada DPP untuk menanganinya.
Periode ini pun saya hanya sekali-kali saja turun untuk memastikan partai kita berjalan. Kalau ada masalah kita intropeksi, evaluasi kita perbaiki petik pelajaran lalu melangkah ke depan.
Mengapa malam ini penting, pertama kita sedang alami musibah politik yang kalau keliru sikapinya sangat merugikan citra, nama baik partai kita dan mengganggu partai untuk menghadapi Pemilu 2014 dan ke depannya lagi.
Saya sebagai pembina partai melihat fenomena dan kecenderungan ada yang agak bergeser dari kultur nilai partai kita, maka saya ingin partai boleh berkembang, zaman boleh berubah tapi budaya partai, nilai yang dijalankan jangan ditinggalkan, diganti dengan prilaku politik yang lain. Yang menurut intuisi saya, observasi saya, pemikiran saya kurang baik untuk perjalan partai kita yang genap 10 tahun.
Niat saya baik untuk saudara semua, untuk partai kita, untuk bangsa dan negara. Maka kalau malam ini saya sampaikan dengan terbuka dan bahasa terang pahamilah lebih baik begitu daripada di antara kita tebak-menebak, saling curiga itu tidak baik. Lebih baik utuh kemudian bagaimana kita melangkah ke depan
Saudara sependapat dengan saya Partai Demokrat ke depan harus makin kuat dan besar. Dulu kita dirikan partai ini dari nol apa adanya dengan semangat keberanian. Bahkan kita alami pasang surut, Alhamdulillah Pemilu 2004 berhasil, 2009 lebih besar lagi, terima kasih kita kepada Allah SWT dan terima kasih kepada kader.
Tentu kembali lagi yang pertama kita ingin partai ini makin besar, kepentingan kedua tentu semua kader di daerah ingin pada Pemilu 2014 partai kita bisa sukses lagi, paling tidak sasaran kita sama dengan raihan 2009, syukur-syukur bisa lebih baik lagi.
Kepentingan ketiga, tentu kita semua ingin termasuk yang di DPR ingin selamat dan sukses. Selamat hadapi godaan, masalah, goncangan, tantangan. Sukses nama baik pribadi dan partai sehingga rakyat pilih kembali saudara dan partai kita kelak.
Kepentingan keempat saya sebagai kader partai yang dipercaya memimpin negara ini, saya juga mau selamat dan sukses bagaimana bisa membawa bangsa ini pada masa akhir bakti saya jadi lebih baik. Itulah kepentingan bersama kita, our common interest
SUMBER : http://id.berita.yahoo.com/inilah-arahan-sby-untuk-elite-partai-demokrat-010300852.html
Jumat, 27 Mei 2011
Peta Politik di Partai Demokrat Kacau

Kasus dugaan suap yang menyeret M Nazaruddin dan Partai Demokrat (PD) membuat peta politik di 2014 mulai menjadi kacau. Akitivis Petisi 28, Haris Rusly mengatakan kekacauan itu dimulai di intern partai. "Ini terkait posisi presiden di 2014," katanya, Kamis (26/5).
Menurutnya, ke depan ada tiga orang di intern PD yang akan bertarung. Yakni Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng, dan Ani Yudhoyono. Menurutnya, peta politik ini semakin kacau. Celakanya, mulai mencuat ke permukaan. "Partai PKS saja yang ideologinya jelas bisa pecah, apalagi PD yang ideologinya mengambang," katanya.
Menurutnya, kasus Nazaruddin yang menjabat sebagai Bendahara Umum PD merupakan bentuk adanya perebutan lahan-lahan pengerukan pundi-pundi rupiah. Di dalam PD, kemungkinan keistimewaan untuk mencari dana bagi partai hanya ditujukan bagi segelintir orang.
Diperkirakan hanya ada 7-10 orang yang mencarikan dana untuk partai. Nazaruddin menjadi salah satu orang yang mendapatkan keistimewaan itu. Pada akhirnya, mereka yang tidak mendapatkan 'hak istimewa' pun melakukan perlawanan dari dalam tubuh partai.
Hal ini, lanjutnya, semakin menunjukkan citra politik Indonesia saat ini. "Terjadi pergeseran politik dari value sistem ke price sistem," kata Haris. Artinya, politik hanya untuk memperkaya diri. Parpol pun cuma menjadi tempat cari makan.
Tak hanya itu, ia pun ragu jika kasus ini bisa benar-benar mengungkap keborokan PD terlebih lagi jika menyangkut orang-orang di lingkaran istana. Menurutnya, sejarah telah menunjukkan bahwa susah mengungkap perbuatan korupsi di hampir semua presiden. Termasuk yang melibatkan pejabat teras istana yang saat ini bergulir.
"Karena, presiden itu berada dalam posisi yang sangat kuat sehingga dia bisa mengubur habis semua data dan fakta. Dan Nazaruddin dipercaya untuk mencari dana yang pada akhirnya bisa menimbulkan efek kemana-mana," katanya. Muaranya, lanjut Haris, kasus ini mungkin bisa mengalami kemandekan ditingkat hukum maupun parlemen.
sumber :http://id.berita.yahoo.com/peta-politik-di-partai-demokrat-kacau-095810989.html;_ylt=Au_zX6crAZYAkA6B9M6X3hGAV8d_;_ylu=X3oDMTNhazNscmQ1BHBrZwMwOGJkNjQ2OS01NDcwLTNmNzAtOGJhYS1kZGNmNzA4ZjMwODAEcG9zAzEwBHNlYwNNZWRpYVRvcFN0b3J5BHZlcgNkYjhkNjI2MC04NzdlLTExZTAtOWI2Zi1jOGNlYWQ2ZGRiZGE-;_ylg=X3oDMTI0NjYzaXJ0BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDBHBzdGNhdANuYXNpb25hbHxwb2xpdGlrBHB0A3NlY3Rpb25zBHRlc3QD;_ylv=3
Rabu, 18 Mei 2011
Survei: Soeharto Presiden Paling Sukses dan Paling Disukai Publik

Presiden Indonesia mana yang paling disukai publik saat ini? Apakah Susilo Bambang Yudhoyono? Soeharto? Megawati Soekarnoputri? Atau Soekarno?
Hasil yang mungkin mengejutkan bagi sebagian orang, namun mungkin tidak bagi sebagian lain. Presiden Soeharto menempati urutan pertama sebagai presiden yang paling disukai publik.
Sebanyak 36,54 persen dari 1.200 responden di seluruh Indonesia memilih Presiden Soeharto. Di bawah Soeharto barulah SBY. Dan berturut-turut Soekarno, Megawati, dan BJ Habibie serta Gus Dur.
Sayangnya, rilis Indo Barometer ini tidak menyantumkan peta wilayah publik terhadap presiden yang mereka sukai. Apakah mayoritas publik yang memilih Soeharto berada di Jawa atau Sumatera atau Indonesia Timur.
Berkaitan dengan kesukaan publik itu pula, ketika responden ditanya presiden mana yang paling berhasil, maka jawabannya tetap pada Soeharto. SEbanyak 40,5 persen responden menilai di era Soeharto yang paling berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.
Urutan di bawahnya tetap, yaitu SBY-Soekarno-MEgawati-BJ Habibie, dan Gus Dur. Survei Indo Barometer ini memiliki margin error sebesar plus minus tiga persen.
SUMBER : http://id.berita.yahoo.com/survei-soeharto-presiden-paling-sukses-dan-paling-disukai-132821735.html
Selasa, 17 Mei 2011
Di Balik Jihad Ada Politik, Sebuah Disertasi
AMSTERDAM--"Radikalisasi di Indonesia Tumbuh dari Kemarahan dan Instabilitas Politik." Itulah judul artikel di koran Belanda NRC Handelsblad.Sejarah kehidupan 10 orang muslim radikal yang mendekam di penjara membuahkan sebuah disertasi yang luar biasa mengenai Islam radikal di Indonesia. Jumat ini Mohammad Najib Azca, seorang antropolog asal Indonesia, akan mempertahankan disertasinya yang berjudul After Jihad - A Biographical Approach to Passionate Politics in Indonesia, di Universitas Amsterdam.
Dalam bukunya ia merekonstruksi sejarah kehidupan 10 pemuda Indonesia yang antara tahun 1998 hingga 2000 menjadi pengikut jihad untuk berjuang dalam "perang suci" antara muslim dan kristen di Sulawesi dan Ambon. Bagaimana pilihan untuk menjadi jihadis mengubah total kehidupan mereka.
"Azca memisahkan antara ketaatan politik dan aktivitas jihadis. Aktivis yang taat biasanya mencoba mengajarkan pada orang bagaimana menjadi seseorang yang bertanggung jawab moral. Sementara aktivis islam politik memperjuangkan agar hukum syariah dilaksanakan. Dan itu bisa dilakukan sesuai jalur hukum atau dengan kekerasan. Sementara Jihadis, mendasari tindakan pada penjelasan ayat-ayat Al-Quran. Menurut mereka adalah kewajiban setiap muslim untuk memberantas kaum kafir," tulis NRC Handelsblad.
Menurut Najib Azca, emosi juga memainkan peranan penting. Menurutnya selama ini orang berpikir bahwa para aktivis itu orang-orang yang rasional. Tetapi para informannya justru menjadi jihadis melalui proses kognitif dan sejumlah "kejutan moral." Ketika pecah insiden SARA tahun 1998 di Indonesia Timur di mana sejumlah besar muslim dibunuh di Poso dan Tobelo, banyak foto para korban muslim beredar di Jawa. Itu salah satu alasan mengapa banyak orang memutuskan untuk menjadi jihadis.
Ditambahkan, ketika itu Soeharto baru saja dipaksa mundur sebagai presiden. Indonesia mengalami masa perpindahan dari negara otoriter menjadi bentuk yang lain. Banyak politisi dan militer yang mencoba menarik keuntungan dari situasi tidak jelas tersebut. Terjadi banyak insiden antar suku dan agama. Ditambah lagi muslim radikal mulai turun ke jalan mencari dukungan untuk negara Islam di Indonesia.
Keputusan untuk ikut ambil bagian dalam perang jihad, biasanya disebabkan krisis identitas yang dialami sebagian besar para informan. Mereka kebanyakan para mahasiswa dari desa yang merasa tidak dianggap serius di kota. "Jihad adalah sebuah 'usaha untuk mendapatkan identitas' yang harus memecahkan krisis tersebut," demikian Najib Azca.
NRC melanjutkan, sekarang 10 tahun sesudahnya sebagian besar para jihadis ini telah ditangkap atau buron. Tapi para aktivis Islam yang taat masih tetap aktif. Mereka misalnya berkampanye mendukung UU anti-pornografi yang lebih ketat. Sementara sebagian aktivis Islam politik sekarang duduk di DPR.
Najib Azca mengambil contoh PKS. Dengan 7,8% suara, PKS menjadi partai islam terbesar di Indonesia. Partai ini belum melepaskan ideal untuk mengubah Indonesia menjadi negara Islam, tapi lewat jalan demokrasi.
Ditambahkan ada kemungkinan PKS menjadi lebih moderat. "Lihat saja kongres terakhir mereka dilangsungkan di hotel Amerika berbintang lima. Selain itu banyak dubes asing yang juga diundang," ujar Azca. Demikian NRC Handelsblad.
SUMBER : http://id.berita.yahoo.com/di-balik-jihad-ada-politik-sebuah-disertasi-005924414.html
Dalam bukunya ia merekonstruksi sejarah kehidupan 10 pemuda Indonesia yang antara tahun 1998 hingga 2000 menjadi pengikut jihad untuk berjuang dalam "perang suci" antara muslim dan kristen di Sulawesi dan Ambon. Bagaimana pilihan untuk menjadi jihadis mengubah total kehidupan mereka.
"Azca memisahkan antara ketaatan politik dan aktivitas jihadis. Aktivis yang taat biasanya mencoba mengajarkan pada orang bagaimana menjadi seseorang yang bertanggung jawab moral. Sementara aktivis islam politik memperjuangkan agar hukum syariah dilaksanakan. Dan itu bisa dilakukan sesuai jalur hukum atau dengan kekerasan. Sementara Jihadis, mendasari tindakan pada penjelasan ayat-ayat Al-Quran. Menurut mereka adalah kewajiban setiap muslim untuk memberantas kaum kafir," tulis NRC Handelsblad.
Menurut Najib Azca, emosi juga memainkan peranan penting. Menurutnya selama ini orang berpikir bahwa para aktivis itu orang-orang yang rasional. Tetapi para informannya justru menjadi jihadis melalui proses kognitif dan sejumlah "kejutan moral." Ketika pecah insiden SARA tahun 1998 di Indonesia Timur di mana sejumlah besar muslim dibunuh di Poso dan Tobelo, banyak foto para korban muslim beredar di Jawa. Itu salah satu alasan mengapa banyak orang memutuskan untuk menjadi jihadis.
Ditambahkan, ketika itu Soeharto baru saja dipaksa mundur sebagai presiden. Indonesia mengalami masa perpindahan dari negara otoriter menjadi bentuk yang lain. Banyak politisi dan militer yang mencoba menarik keuntungan dari situasi tidak jelas tersebut. Terjadi banyak insiden antar suku dan agama. Ditambah lagi muslim radikal mulai turun ke jalan mencari dukungan untuk negara Islam di Indonesia.
Keputusan untuk ikut ambil bagian dalam perang jihad, biasanya disebabkan krisis identitas yang dialami sebagian besar para informan. Mereka kebanyakan para mahasiswa dari desa yang merasa tidak dianggap serius di kota. "Jihad adalah sebuah 'usaha untuk mendapatkan identitas' yang harus memecahkan krisis tersebut," demikian Najib Azca.
NRC melanjutkan, sekarang 10 tahun sesudahnya sebagian besar para jihadis ini telah ditangkap atau buron. Tapi para aktivis Islam yang taat masih tetap aktif. Mereka misalnya berkampanye mendukung UU anti-pornografi yang lebih ketat. Sementara sebagian aktivis Islam politik sekarang duduk di DPR.
Najib Azca mengambil contoh PKS. Dengan 7,8% suara, PKS menjadi partai islam terbesar di Indonesia. Partai ini belum melepaskan ideal untuk mengubah Indonesia menjadi negara Islam, tapi lewat jalan demokrasi.
Ditambahkan ada kemungkinan PKS menjadi lebih moderat. "Lihat saja kongres terakhir mereka dilangsungkan di hotel Amerika berbintang lima. Selain itu banyak dubes asing yang juga diundang," ujar Azca. Demikian NRC Handelsblad.
SUMBER : http://id.berita.yahoo.com/di-balik-jihad-ada-politik-sebuah-disertasi-005924414.html
Senin, 16 Mei 2011
NII "Alat Politik"
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera, Anis Matta menduga, Negara Islam Indonesia (NII) hanya sebuah alat politik.
Ia mengemukakan itu, usai memberi pengarahan dalam Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalimantan selatan (Kalsel) di Banjarmasin atau sebelum kembali ke Jakarta, Minggu sore.
Namun Sekjen PKS yang juga Wakil Ketua DPR-RI itu tak menyebut pihak mana yang menjadikan atau memperalat isu NII sebagai alat politik, kecuali menyatakan, hal tersebut hanya akan memperburuk pemerintah sendiri.
Pasalnya isu NII tersebut sudah sejak lama atau beberapa kali ganti Presiden Republik Indonesia, tapi hal itu seakan dibiarkan, bahkan cenderung sebagai alat untuk memojokan Islam.
"Sebagai contoh selama ini isu teroris atau terorisme, bukan cuma sekedar isu, tapi untuk melemahkan perjuangan kaum muslim, yang mungkin sengaja sebagai skenario pihak tertentu," tandasnya.
Padahal dengan tetap tumbuh dan berkembangnya isu NII, menunjukkan penegakan hukum di Indonesia tak jalan, lanjutnya didampingi Habib Aboe Bakar Al Habsyie, anggota DPR-RI dari PKS asal daerah pemilihan (dapil) Kalsel.
Oleh sebab itu, jangan biarkan isu NII terus tumbuh dan berkembang, guna menjaga kewibawaan pemerintah, sarannya didamping Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Kalsel, Ibnu Sina.
Selain itu, guna kenyamanan dan ketenangan masyarakat, terutama terbebas dari jaringan NII yang bisa meresahkan, demikian Anis Matta.
Sementara itu, anggota DPR-RI dari PKS asal Kalsel menyatakan syukur, kalau penduduk di dapilnya terbebas dari jaringan NII yang bisa mengganggu stabilitas keamanan dan keteriban masyarakat (Kamtibmas).
Anggota Komisi III DPR-RI yang juga membidangi hukum, hak asasi manusia dan keamanan itu berharap, penduduk Kalsel yang terkenal religius jangan sampai masuk jaringan NII.
"Kita minta warga Kalsel mewaspadai gerakan NII, sehingga bisa terbebas dari jaring mereka," demikian Aboe Bakar.
Ia mengemukakan itu, usai memberi pengarahan dalam Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalimantan selatan (Kalsel) di Banjarmasin atau sebelum kembali ke Jakarta, Minggu sore.
Namun Sekjen PKS yang juga Wakil Ketua DPR-RI itu tak menyebut pihak mana yang menjadikan atau memperalat isu NII sebagai alat politik, kecuali menyatakan, hal tersebut hanya akan memperburuk pemerintah sendiri.
Pasalnya isu NII tersebut sudah sejak lama atau beberapa kali ganti Presiden Republik Indonesia, tapi hal itu seakan dibiarkan, bahkan cenderung sebagai alat untuk memojokan Islam.
"Sebagai contoh selama ini isu teroris atau terorisme, bukan cuma sekedar isu, tapi untuk melemahkan perjuangan kaum muslim, yang mungkin sengaja sebagai skenario pihak tertentu," tandasnya.
Padahal dengan tetap tumbuh dan berkembangnya isu NII, menunjukkan penegakan hukum di Indonesia tak jalan, lanjutnya didampingi Habib Aboe Bakar Al Habsyie, anggota DPR-RI dari PKS asal daerah pemilihan (dapil) Kalsel.
Oleh sebab itu, jangan biarkan isu NII terus tumbuh dan berkembang, guna menjaga kewibawaan pemerintah, sarannya didamping Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Kalsel, Ibnu Sina.
Selain itu, guna kenyamanan dan ketenangan masyarakat, terutama terbebas dari jaringan NII yang bisa meresahkan, demikian Anis Matta.
Sementara itu, anggota DPR-RI dari PKS asal Kalsel menyatakan syukur, kalau penduduk di dapilnya terbebas dari jaringan NII yang bisa mengganggu stabilitas keamanan dan keteriban masyarakat (Kamtibmas).
Anggota Komisi III DPR-RI yang juga membidangi hukum, hak asasi manusia dan keamanan itu berharap, penduduk Kalsel yang terkenal religius jangan sampai masuk jaringan NII.
"Kita minta warga Kalsel mewaspadai gerakan NII, sehingga bisa terbebas dari jaring mereka," demikian Aboe Bakar.
Rabu, 11 Mei 2011
Suap Sesmenpora ancam Masa Depan Demokrat

Kasus suap yang menyeret Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesemenpora) Wafid Muharram, Manajer Marketing PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang dan Manajer PT Duta Griya Indah (DGI) M. El-Idris membuat Partai Demokrat sibuk. Kasus ini menjadi pertaruhan Partai Demokrat.
Isu suap Sesmenpora ini berbeda dengan isu-isu sebelumnya yang menerpa kader Partai Demokrat. Sebut saja isu yang sempat menerpa Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Jhonny Allen serta Wakil Ketua Umum Max Sopacua terkait dugaan kasus korupsi.
Kasus suap Sesmenpora ini benar-benar membuat sibuk Partai Demokrat. Hal ini terjadi setelah belakangan muncul nama Bendahara Umum DPP Partai Demokrat M Nazaruddin dan Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Angelina Sondakh.
Sulit menampik wajah kepanikan dari para petinggi Partai Demokrat. Saat jumpa pers di Sekretariat Fraksi Partai Demokrat, Selasa (10/5/2011) yang dihadiri oleh Ketua DPP Partai Demokrat Benny Kabur Harman (Ketua Komisi Hukum DPR), Edi Ramli Sitanggang (anggota Komisi III DPR), Ruhut Poltak Sitompul (anggota Komisi III), serta M Nazaruddin (anggota Komisi III) yang disebut-sebut terkait dalam kasus suap Sesmenpora.
Satu orang yang sedianya hadir yakni Angelina Sondakh mangkir dalam jumpa pers tersebut. "Anggie masih jetleg, baru tiba dari Belanda," ujar Ruhut memberi alasan. Tidak ada informasi yang baru dari pernyataan dalam jumpa pers tersebut.
Seperti pernyataan sebelumnya, Partai Demokrat membantah keterlibatan kadernya dalam kasus suap tersebut. Partai Demokrat juga meminta agar KPK jangan segan-segan mengusut jika memang kadernya terlibat dalam kasus tersebut. "Kami meminta KPK melakukan proses hukum secara terbuka, obyektif, dan tidak merasa ewuh pakewuh jika ada kader PD yang ditengarai terlibat dalam kasus ini," ujar Benny K Harman.
Bendahara Umum DPP Partai Demokrat M Nazaruddin yang pertama kali muncul ke publik secara terbuka memang tampak tenang saat menggelar jumpa pers. Dia kembali menegaskan dirinya tidak memiliki hubungan dengan Mindo Rosalina Manulang. "Saat ini kan katanya katanya. Biar fakta hukum yang bicara," katanya. Dalam jumpa pers tersebut Nazaruddin tidak dominan dalam menyampaikan pernyataannya.
Terkait isu yang yang menimpa Partai Demokrat, Benny K Harman menegarai ada upaya pihak lain mengadu domba internal partai. Dia menegaskan sampai saat ini internal Partai Demokrat solid. "Ada upaya invisible hand. Karena saat ini ada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang beredar di masyarakat," ujar Benny.
Sementara anggota Komisi X Angelina Sondakh menegaskan dirinya tidak meminta jatah dari pelaksanaan proyek pembangunan wisma atlet di Palembang, Sumatera Selatan. "Saya tidak pernah memintah jatah komisi," tepisnya saat ditemui sesuai rapat internal Komisi X, Selasa (10/5/2011).
Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan meyakini Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Anas Urbaningrum tidak menyimpang. "Cak Anas selalu mengingatkan kita tentang tingkah laku dan akhlaq dalam berpolitik," ujarnya.
Ramadhan yang dikenal sebagai orang dekat Andi Mallarangeng ini menepis jika perkara suap Sesmenpora yang membawa nama Bendahara Umum Partai Demokrat M Nasruddin mengarah upaya Kongres Luar Biasa (KLB). "KLB itu kemajon (terlalu maju). Pak SBY ga pernah ngomong soal KLB. Kalau ada duri, ya durinya dicabut, bukan diganti semua. Jadi proporsional saja," tegasnya.
Dewan Kehormatan Partai Demokrat sendiri telah bergerak. Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin menyebutkan pihaknya telah memanggil M Nazaruddin untuk mengklarifikasi terkait isu suap. "Nanti kita juga panggil Angelina soal isu yang sama," ujarnya.
Partai Demokrat memang harus segera bersikap terkait isu suap ini. Karena kemenangan SBY dalam Pemilu 2009 disumbang dengan citra pemerintahan SBY yang antikorupsi. Jika Partai Demokrat tidak bisa keluar dari lilitan persoalan suap Sesmenpora ini, pertaruhannya suara Partai Demokrat dalam Pemilu 2014 bakal anjlok.
Langganan:
Postingan (Atom)