Senin, 27 September 2010

Tugas 1 semester 3

Nama : Yunia Mara Saptiani
Kelas : 2DB07
NPM : 30109051





Pendahuluan
 Seiring berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), peranan sistem informasi dalam suatu organisasi tidak diragukan lagi.
 Dukungan sistem informasi dapat membuat sebuah perusahaan memiliki keunggulan kompetitif.
 Sekarang ini teknologi informasi melesat dengan cepat, keberadaan sistem informasi juga berperan penting dalam sebuah perusahaan agar dapat bersaing dengan perusahaan lain di era globalisasi seperti saat ini.
 otomatisasi kantor juga memberikan fasilitas tugas – tugas pemrosesan informasi sehari – hari di dalam perkantoran dan organisasi bisnis.
 Sutau perusahaan dalam mengembangkan pemrosen data dibutuhkan suatu kecepatan dalam pemrosen data menjadi sebuah informasi
 Karena bagaimanapun kita dituntut untuk memberikan yang terbaik dalam waktu yang seefisien mungkin sehingga bisa memberikan suatu kepuasan, baik untuk perusahaan maupun pelanggan perusahaan.
i
Daftar isi :
Pendahuluan ..........................................................................................i
Daftar isi ..............................................................................................ii
Lingkup Pembahasan ...........................................................................1
Definisi Otomatisasi kantor .............................................................2
Tahap Penerapan .................................................................................2-3
Tujuan Otomatisasi kantor ...............................................................3-4
Kesimpulan .............................................................................................4
Pengguna Otomatisasi Kantor ...........................................................4-6
Macam System Otomatisasi Kantor ................................................6-8
Jenis Aplikasi Otomatisasi Kantor ..................................................9-14
Kesimpulan .............................................................................................15
Penutup ...................................................................................................16




ii
LINGKUP PEMBAHASAN
1. Apakah Definisi Otomatisasi Kantor ?
2. Tujuan Otomatisasi Kantor ?
3. Siapa Pengguna Otomatisasi Kantor ?
4. Model Otomatisasi Kantor ?
5. Aplikasi Otomatisasi Kantor ?
6. Macam-Macam System Otomatiasi Kantor ?











Apakah Definisi Otomatisasi Kantor ?¬
 Otomatisasi kantor didefinisikan oleh O’Brien ( 1996 ) sebagai system informasi berbasis telekomunikasi yang mengumpulkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan pesan-pesan, dokumen-dokumen dan komunikasi elektronik lainnya diantara individual, grup-grup kerja dan organisasi
 Otomatisasi kantor merupakan penggunaan alat elektronik untuk memudahkan komunikasi formal dan informal terutama berkaitan dengan komunikasi informasi dengan orang-orang didalam dan diluar perusahaan untuk meningkatkan perusahaan

Awalnya, OA dimaksudkan untuk membantu pekerja sekretarial dan administratif (clerical), tetapi kemampuannya untuk memudahkan komunikasi formal dan informal dengan orang-orang didalam maupun diluar perusahaan menarik para manajer dan profesional sebagai pemakai. Dengan tujuan utama meningkatkan produktifitas mereka.

Tahap-tahap penerapan OA
 Tradisional; penggunaan teknologi utamanya ditujukan untuk mengurangi biaya dan meningkatkan produktifitas. Terfokus pada penggunaan Word Processing
 Transisional; ditandai dengan mulai digunakannya proses data secara elektronik serta dibangunnya aplikasi untuk keperluan pengarsipan, penyimpanan, dan komunikasi yang berbasis komputer.
 Transformasional; merupakan fase integrasi informasi dan pematangan konsep Information Resource Management (IRM) yang merupakan konvergensi telekomunikasi dan informasi (ICT)

Tujuan Otomatisasi Kantor ?
 pendapatan yang lebih tinggi versus penghindaran biaya, computer tidak menggantikan pekerja saat ini, tetapi computer menunda penabahan pegawai yang diperlukan untuk menanngani beban kerjja yang bertambah.
 pemecahan masalah kelompok, cara OA berkontribusi pada komunikasi keadaan dari manajer membuatnya sangat cocok diterapkan untuk memecahkan masalah kelompok.
 pelengkap-bukan pengganti, sebagai suatu cara komunikasi bisnis, OA bukan tanpa keterbatasan. OA tidak akan menggantikan semua komunikasi interpersonal tradisional – percakapan tatap muka, percakapan telepon, pesan tertulis pada memo, dan sejenisnya. OA harus bertujuan melengkapi komunikasi tradisional.
 penggabungan dan penerapan teknologi
 memperbarui proses pelaksanaan pekerjaan di kantor
 meningkatkan produktivitas dan efektivitas pekerjaan.
Kesimpulan
 Dengan adanya OA atau Office automation dianggap sebagai cara untuk meningkatkan produktivitas sekretaris dan pegawai administrative. Produk OA memungkinkan para pekerja kantor ini memproses lebih banyak dokumen secara lebih cepat dan lebih baik.
 otomatisasi kantor bertujuan untuk meningkatkan produktivitas. Bila diterapkan sebagai alat pemecah masalah, otomatisasi kantor dapat memberikan kemampuan antara manajer untuk saling melakukan komunikasi dengan lebih baik selagi mereka memecahkan masalah. Peningkatan komunikasi ini dapat menghasilkan keputusan yang lebih baik dan lebih cepat.


Siapa Pengguna Otomatisasi Kantor ?
 Agar suatu system atau aplikasi dapat berjalan dan dapat dinilai apakah system itu bagus atau tidak, maka disini kita perlukan yang namanya pemakai, ia yang akan menilai, merancang dan mengembangkan sehingga suatu system dapat berjalan, apakah anda penasaran siapa sebenarnya yang memakai otomatisasi kantor yang ada dalam suatu system informasi
Yang menggunakan Otomatisasi Kantor ?
 Manajer
 Profesional
 Sekretaris
 Pegawai Administratif

Penjelasan
 manajer , adalah orang-orang yang bertanggung jawab mengelola sumber daya perusahaan, terutama sumber daya manusia.
 Professional, orang yang tidak mengelola orang lain tetapi menyumbang keahlian khusus yang membedakan mereka dari sekretaris dan pegawai administrative, contohnya pembeli, wiraniaga dan lain-lain.
 Sekretaris, biasanya ditugaskan pada pekerja terdidik tertentu untuk melaksanakan berbagai tugas, seperti menangani korespondensi, menjawab telepon dan mengatur jadwal pertemuan.
 Pegawai administratif, biasanya bertugas melaksanakan tugas-tugas untuk sekretaris, seperti mengoperasikan mesin fotokopi, menyusun dokumen, menyimpan dokumen dan mengirimkan surat.


Macam-Macam System Otomatisasi Kantor
 System Komunikasi Elektonik
 System Kolaborasi Elektronik
 System Publikasi Dan Pengolahan Imej Elektronik
 System Pengolahan Kantor
 SISTEM ELEKTRONIK FORMAL
 SISTEM ELEKTRONIK INFORMAL
System Komunikasi Elektonik
 System komunikasi elektronik (electronic communication system ) merupakan system teknologi informasi yang digunakan untuk berkomunikasi diantara individu, grup-grup kerja dan organisasi-organisasi. Yang termasuk dalam system ini adalah e-mail, voice mail, facsimile dan bulletin board system.
 Bulletin board system (BBS) adalah suatu lokasi lewat jaringan internet yang memungkinkan suatu pesan disimpan di lokasi dan selanjutnya dapat diakses dan didesain oleh orang lain
System Kolaborasi Elektronik
 Sytem kolaborasi elektronik adalah suatu system yang tidak hanya pertukaran komunikasi atau pesan, tetapi juga bagaimana informasi atau pesan tersebut digunakan untuk bekerja sama. Contoh aplikasi yang ada pada OA, yang tergolong dalam system kolaborasi adalah teleconference dan telecommuting.
 Telecommuting adalah kolaborasi elektronik yang digunakan oleh pekerja yang bekerja dari jarak jauh dengan kantornya

System Publikasi Dan Pengolahan Imej Elektronik
 System publikasi elektronik (electronic publishing system) adalah penggunaan teknologi informasi untuk keperluan pembuatan dokumen tercetak. Yang termasuk aplikasi dari system pubikasi dan pengolahan imej elektronik adalah desktop publishing, elektonik document management, presentase graphics dan multimedia presentation.
 Elektonik document management (EDM) merupakana system penyimpanan document yang membentuk basis data imej (image database) yang nantinya dapat diakses dan diproses kembali.
 Presentation graphic digunakan untuk menampilkan grafik yang akan dipresentasikan. Sedangkan multimedia presentation tidak hanya mempresentasikan grafik saja, tetapi memungkinkan untuk mempresentasikan dalam beberapa bentuk media seperti teks, grafik, foto, suara dan video.


System Pengolahan Kantor
 System pengolahan kantor (office management systems) merupakan system kantor otomatis yang mendukung orang-orang di organisasi untuk mengorganisasikan aktivitas-aktivitas kerja mereka. Yang termasuk dalam system ini adalah desktop accessories dan electronic scheduling atau kalender elektronik.
 Desktop accessories menyediakan alat-alat seperti kalkulator, kalender, jam, notepad, daftar nomer telepon dan daftar jam janjian. Electronic scheduling membantu pemakai-pemakai system ini untuk mengatur skejul kerja mereka.

SISTEM ELEKTRONIK FORMAL
 didokumentasikan dengan suatu sistem prosedur tertulis. Diterapkan diseluruh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan organisasi, mirip dengan SIM


SISTEM ELEKTRONIK INFORMAL
 tidak direncanakan atau diuraikan secara tertulis. Sistem-sistem OA ini diterapkan saat diperlukan oleh perorangan untuk memenuhi keperluannya sendiri, mirip dengan DSS
Jenis – jenis Aplikasi Otomatisasi Kantor yaitu :
1. WORD PROCESSING
2. ELECTRONIK MAIL
3. VOICE MAIL
4. ELECTRONIC CALENDARING
5. AUDIO CONFERENCING
6. VIDEO CONFERENCING
7. COMPUTER CONFERENCING
8. FACSIMILE TRANSMISSION
9. VIDEOTEXT
10. IMAGE STORAGE AND RETRIEVAL
11. DESKTOP PUBLISHING



 WORD PROCESSING
WORD PROCESSING ADALAH PENGGUNAAN SUATU PERALATAN ELEKTRONIC YANG SECARA OTOMATIS MELAKUKAN BEBERAPA TUGAS YANG DIPERLUKAN UNTUK MEMBUAT DOKUMEN KETIK ATAU CETAK.
WORD PROCESSING MEMBERIKAN KONTRIBUSI TERHADAP PEMECAHAN MASALAH DENGAN MEMBERIKAN KEMAMPUAN KEPADA MANAJER UNTUK MEMBUAT KOMUNIKASI TERTULIS YANG LEBIH EFEKTIF UNTUK DIBERIKAN KEPADA ANGGOTA LAIN.
 ELECTRONIC MAIL
ELECTRONIC MAIL YANG DIKENAL DENGAN E-MAIL ADALAH PENGGUNAAN JARINGAN KOMPUTER YANG MEMUNGKINKAN PEMAKAI UNTUK MENGIRIM, MENYIMPAN DAN MENERIMA PESAN DENGAN MENGGUNAKAN TERMINAL KOMPUTER DAN PERALATAN PENYIMPANAN. VOICE MAIL
VOICE MAIL PERSIS SAMA DENGAN ELECTRONIC MAIL. PERBEDAANNYA BAHWA ANDA HANYA MENGIRIMKAN PESAN DENGAN MENGUCAPKAN PESAN TERSEBUT MELALUI TELEPON DAN BUKAN MENGETIKNYA. DAN ANDA MENGGUNAKAN TELEPON UNTUK MEMANGGIL PESAN YANG TELAH DIKIRIMKAN KEPADA ANDA.
 ELECTRONIC CALENDARING
ELECTRONIC CALENDARING ADALAH PENGGUNAAN JARINGAN KOMPUTER UNTUK MENYIMPAN DAN MEMANGGIL ACARA YANG TELAH DITETAPKAN OLEH MANAJER. ELECTRONIC CALENDARING BERSIFAT KHUSUS DIANTARA APLIKASI OTOMATISASI KANTOR, KARENA IA HANYA MENYUSUN TERJADINYA KOMUNIKASI BUKAN MENGKOMUNIKASIKAN INFORMASI.
 AUDIO CONFERENCING
AUDIO CONFERENCING ADALAH PENGGUNAAN PERALATAN KOMUNIKASI SUARA UNTUK MEMBUAT HUBUNGAN AUDIO DIANTARA ORANG-ORANG YANG TERSEBAR SECARA GEOGRAFIS UNTUK TUJUAN MELAKUKAN KONFERENSI.
AUDIO CONFERENCING ADALAH APLIKASI OA PERTAMA YANG TIDAK MEMERLUKAN KOMPUTER. IA HANYA MEMERLUKAN PENGGUNAAN FASILITAS KOMUNIKASI AUDIO DUA ARAH.

 VIDEO CONFERENCING
VIDEO CONFERENCING MELENGKAPI SIGNAL AUDIO DAN SIGNAL VIDEO. PERALATAN TELEVISI DIGUNAKAN UNTUK MENGIRIM DAN MENERIMA SIGNAL AUDIO DAN VIDEO.
ORANG YANG BERADA DALAM SUATU LOKASI DAPAT MELIHAT DAN MENDENGAR SUARA ORANG YANG BERADA DI LOKASI LAIN SELAGI KONFERENSI DILAKUKAN.
TIGA KONFIGURASI VIDEO CONFERENCING ( TERGANTUNG PADA PERALATAN YANG DIGUNAKAN ), YAITU :
1. VIDEO SATU ARAH DAN AUDIO SATU ARAH
2. VIDEO SATU ARAH DAN AUDIO DUA ARAH
3. VIDEO DAN AUDIO DUA ARAH


 COMPUTER CONFERENCING
COMPUTER CONFERENCING ADALAH PENGGUNAAN JARINGAN KOMPUTER, SEHINGGA MEMBERI KEMAMPUAN SESEORANG UNTUK MELAKUKAN PERTUKARAN INFORMASI SELAMA PROSES TERJADINYA KONFERENSI. APLIKASI INI HAMPIR SAMA DENGAN ELECTRONIC MAIL, KARENA KEDUA APLIKASI INI MENGGUNAKAN HARDWARE DAN SOFTWARE YANG SAMA.
ISTILAH ‘TELECONFERENCING’ DIGUNAKAN UNTUK MENJELASKAN KETIGA BENTUK ALAT ELEKTRONIK UNTUK KONFERENSI.
TELECONFERENCING DIGUNAKAN DALAM SELURUH PROSES PEMECAHAN MASALAH YANG GUNANYA UNTUK MENUKAR INFORMASI DIANTARA PEMECAH MASALAH (ORANG-ORANG YANG MEMECAHKAN MASALAH) YANG BERADA DIKOTA YANG BERLAINAN.

 FACSIMILE TRANSMISSION
FACSIMILE TRANSMISSION YANG BIASANYA DISEBUT FAX, ADALAH PENGGUNAAN PERALATAN KHUSUS YANG DAPAT MEMBACA TAMPILAN DOKUMEN PADA UJUNG CHANNEL KOMUNIKASI DAN MEMBUAT SALINAN ATAU COPY DI UJUNG YANG LAIN. FAX SANGAT MUDAH DIIMPLEMENTASIKAN DAN DIOPERASIKAN. JALUR TELEPON SUARA DAPAT BERFUNGSI SEBAGAI CHANNEL-NYA DAN PENGOPERASIAN PERALATANNYA TIDAK LEBIH SULIT DARIPADA MENGOPERASIKAN MESIN FOTOCOPY.
 VIDEOTEXT
VIDEOTEXT ADALAH PENGGUNAAN KOMPUTER UNTUK TUJUAN MEMBERIKAN TAMPILAN MATERI TEKSTUAL PADA LAYAR CRT. MATERI TEKSTUAL DAPAT BERBENTUK NARATIF ATAU TABULASI, DAN IA DISIMPAN DALAM PENYIMPANAN SEKUNDER PADA KOMPUTER.
 IMAGE STORAGE AND RETRIEVAL
BEBERAPA JENIS PERUSAHAAN MEMPUNYAI VOLUME DOKUMEN YANG BESAR, SEHINGGA MEREKA HARUS MENYIMPANNYA DALAM FILE AGAR INFORMASI DAPAT DIPANGGIL ATAU DIDAPATKAN KEMBALI JIKA DIPERLUKAN.
UNTUK MENGATASI MASALAH MENGENAI PENYIMPANAN DAN PEMANGGILAN TAMPILAN MAKA DIGUNAKAN MICROFORM, YANG BERUPA MICROFILM DAN MICROFICHE. MICROFORM AKAN MENGURANGI KEBUTUHAN RUANG YANG DIPERLUKAN OLEH DOKUMEN KERTAS SAMPAI SEKITAR 97%. IMAGE STORAGE AND RETRIEVAL DIGUNAKAN DALAM PEMECAHAN MASALAH KETIKA IA DIPERLUKAN UNTUK MELIHAT KEMBALI DOKUMEN HISTORIS UNTUK TUJUAN PEMAHAMAN MASALAH.
 DESKTOP PUBLISHING
DESKTOP PUBLISHING ATAU DTP ADALAH PEMBUATAN OUTPUT TERCETAK YANG KUALITASNYA HAMPIR SAMA DENGAN YANG DIHASILKAN OLEH TYPESETTER.
SISTEM DTP TERDIRI ATAS MIKROKOMPUTER DENGAN LAYAR CRT YANG BERESOLUSI TINGGI, PRINTER LASER, SOFTWARE DESKTOP PUBLISHING.
PENGGUNAAN DTP SEBAGAI ALAT PEMECAHAN MASALAH MELIPUTI APLIKASI ADMINISTRASI DAN TEKNIS. PENAMPILAN DOKUMEN IKLAN YANG PROFESIONAL DAN MENARIK AKAN MEMBERIKAN KOMUNIKASI YANG EFEKTIF.


Kesimpulan
 Tahun 1964 diperkenalkan satu generasi baru alat penghitung yang mempengaruhi cara penggunaan komputer. Konsep penggunaan komputer sebagai SIM (Sistem Informasi Manajemen) dipromosikan oleh pembuat komputer untuk mendukung peralatan baru tsb. Konsep SIM (Sistem Informasi Manajemen) menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen.
 Otomatisasi kantor (office automation/OA) memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat elektronik. OA telah berkembang meliputi beragam aplikasi seperti konferensi jarak jauh, voice mail, e-mail, electronik calendaring, facsimile transmission. Komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia, suatu aplikasi yang dinamakan kecerdasan buatan (artificial intelligence).





Penutup :
Ahamdulillah wasyukurillah,akhirnya makalah saya yang buat dan yang berjudul otomatisasi kantor telah selesai dikerjakan.
Saya berharap mudah-mudahan hasilnya sesuai dengan apa yang saya harapkan,
Amiiin.

Rabu, 26 Mei 2010

tugas 10

PERUBAHAN ORGANISASI

Pengertian Perubahan Organisasi
Perubahan suatu organisasi baik yang direncanakan dan yang tidak direncanakan pada dasarnya dilakukan demi “mempertahankan hidup” organisasi yang bersangkutan. Perubahan yang terjadi tentunya dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dan eksternal. Dampaknya pun bersifat internal dan eksternal. Suatu perubahan memiliki tingkatan, antara lain perubahan pada tingkat organisasi secara keseluruhan. Tipologi perubahan organisasi juga mengenal 4 bentuk, yaitu perubahan internal yang direncanakan, perubahan eksternal yang direncanakan, perubahan internal yang tidak direncanakan, perubahan eksternal yang tidak direncanakan. Akhirnya, kondisi lingkungan seperti pasar, tenaga kerja, perburuhan, dan campur tangan pemerintah juga berperan dalam terjadinya perubahan organisasi.

Proses Perubahan Organisasi
Proses perubahan organisasi adalah konsep daur hidup atau life cycle. Organisasi mengalami proses kelahiran pertumbuhan, berkembang, kematangan, kemunduran dan akhirnya mengalami kematian sebagaimana dalam semua sistem biologi dan sistem sosial. Fase-fase perkembangan organisasi juga memiliki sifat kuantitatif dan kualitatif yang merupakan indikator “mati-hidup” suatu organisasi.
Organisasi juga harus melihat arah perubahan lingkungan yang pasti dan yang tidak pasti. Artinya, organisasi adaptif atas perubahan yang terjadi pada lingkungan di sekitarnya. Oleh karena itu, suatu organisasi haruslah mengembangkan strategi dalam mengadaptasi perubahan lingkungan, termasuk strategi dalam melakukan kontrol terhadap lingkungan. Untuk ini perlu kiranya merencanakan perubahan organisasi, termasuk di dalamnya mengembangkan organisasi.



Tahap-tahap proses perubahan :
1. Tekanan dan Desakkan.
Proses ini di mualai ketika manajemen puncak merasa adanya tekanan akan perubahan .
2. Intervensi dan Reorientasi
Digunakan untuk merumuskan masalah dan memulai proses dengan anggota organisasi memusatkan perhatiaannya pada maslah tersebut. Pihak-pihak luiar juga sering digunakan, staf internal yang mempunyai dan di pandang ahli serta dapat di percaya. Sebagai konsultan.
3. Diagnosa dan pengenalan masalah
Informasi di kumpulkan dan dikumpulkan mana yang penting dan yang tidak penting .
4. Penemuan dan Komitmen pada Penyelesaian.
Pengantar perubahan mencoba menyelesaikan masalah-masalah yang di ketemukandan “masuk akal” dengan menghindari “metode-,etode lama yang sama”. Bawahan didorong dan diajak untuk berpartisipasi, sehingga mereka lebih terikat pada serangkaian kegiatan.
5. Percobaan dan Hasil
Pada tahap keempat diuji dalam program-program yang berskala kecil dan hasilnya di analisa.
6. Pungutan dan Penerimaan.
Setelah diuji dan sesuai dengan keinginan, harus diterima secara sukarela dan harus menjadi sumber penguatan dan menimbulkan keterikatan pada perubahan.

Penyebab Perubahan Organisasi
Banyak faktor-faktor mepengaruhi suatu organisasi yang mana sebagian besar faktor-faktor tersebut berubah secara kontinyu. Faktor-faktor ini merupakan kekuatan-kekuatan yang menimbulkan atau menyebabkan perubahan. Kekuatan-kekuatan ini dapat berasal dari dalam (internal) maupuin dari luar (eksternal) organisasi.
Perubahan organisasi dapat terjadi lebih-lebih jika organisasi hnya mempunyai sedikit kemampuan untuk mengendalikan kekuatan-kekuatan pengaruh ekstenal maupun internal organissi. Perubahan organisasi dapat terjadi karena adanya perubahan-perubahan dalam berbagai variabel eksternal., seperti sistem politik, ekonomi, teknologi, pasar dan nilai-nilai. Beberapa kekuatan ekternal penyebab perubahan dapat dijabarkan sebagai berikut. Misalnya, kenaikan biaya dan kelangkaan sumberdya alam, keamanan karyawan dan peraturan-peraturan anti polusi, boikot pelanggan, tingkat pendidikan yang lebih tinggi di pasar tenaga kerja, tingkat bunga yang tinggi. Faktor-faktor tersebutlah yang merubah kehidupan orang baik sebagai karyawan maupun sebagai pelanggan. Berbagai kekuatan ekternal, dari kemajuan teknologi sampai kegiatan persaingan dan perubahan pola kehidupan, dapat menekan organisasi untuk mengubah tujuan, struktur dan metoda operasinya.
Tekanan untuk perubahan juga dapat datang dari kekuatan-kekuatan perubah internal. Kekuatan-kekuatan ini merupakan hasil dari faktor-faktor seperti tujuan, strategi, kebijaksanaan manajerial dan teknologi baru, serta sikap dan perilaku karyawan. Penggunaan peralatan otomatik seperti robot, perubahan layout produksi, perubahan praktek dan kebijakan manajemen, adalah perubahan-perubahan karena faktor kekuatan-kekuatan internal.
Kekuatan-kekuatan eksternal dan internal penyebab perubahan sering saling berhubungan. Hubungan ini terutama merupakan hasil perubahan-perubahan dalam nilai-nilai dan sikap-sikap yang mempengaruhi orang dalam sistem. Orang-orang dengan berbagai sikap baru memasuki organisasi dan menyebabkan perubahan dari dalam.
Cara-cara Penanganan Perubahan
Ada dua pendekatan penanganan perubahan organisasi:
Proses perubahan reaktif. Manajemen bereaksi atas tanda-tanda bahwa perubahan dibutuhkan, pelaksanaan modifikasi sedikit demi sedikit untuk menangani masalah tertentu yang timbul. Sebagai contoh, bila peraturan baru dari pemerintah mensyaratkan perusahaan untuk mempunyai perlindungan terhadap kebakaran, maka manajer mungkin akan membeli alat pemadam kebakaran.
Program perubahan yang direncanakan (planned change), disebut sebagai proses proaktif. Manajemen melakukan berbagai investasi waktu dan sumberdaya lainnya yang berarti untuk menguibah cara-cara operasi organisasi. Perubahan yang direncanakan ini didefinisikan sebagai perancangan dan implementasi inovasi struktural, kebijaksanaan atau tujuan baru, atau suatu perubahan dalam filsafat, iklim dan gaya pengoperasian secara sengaja. Pendekatan ini tepat bila keseluruhan organissi, atau sebagian besar satuan organisasi, harus menyiapkan diri untuk atau menyesuaikan dengan perubahan.
Di dalam proses perubahan, terdapat seorang atau individu yang bertanggung jawab atas peranan kepemimpinan dalam proses pengelolaan perubahan. Individu ini disebut dengan “Change Agent” (pengantar perubahan). Sedangkan individu atau kelompok yang merupakan sasaran perubahan disebut “sistem klien”. Pengantar perubahan ini dapat berasal dari para anggota organisasi atau dapat sebagai konsultan dari luar organisasi.
Leavitt (1964), menyatakan bahwa organisasi dapat diubah melalui pendekatan struktur, pendekatan teknologi, dan pendekatan orang-orangnya. Pendekatan struktur adalah yang menyangkut aplikasi prinsip-prinsip perancangan organisasi yang misalnya: desentralisasi, tanggung jawab jabatan, garis wewenang yang tepat, penciptaan pembagian kerja dll. Pendekatan teknologi berkaitan dengan diubahnya teknik-teknik yang dipakai denga teknologi baru; perubahan ini dapat membawa konsekuesi pula pada perubahan struktur organisasi (menjadi pendekatan tekno-struktur). Bila pendekatan struktural dan teknik bermaksud untuk memperbaiki prestasi kerja organisasi melalui pengubahan situasi kerja yang tepat, maka pendekatan- pendekatan orang dimaksudkan untuk mengubah secara langsung perilaku karyawan melalui pemusatan dan ketrampilan, sikap, persepsi dan pengharapan mereka sehingga diharapkan akan melaksanakan tugas dengan lebih efektif. (dalam Handoko, 1991).
Masalah Dalam Perubahan
KEBIASAAN
Kebiasaan merupakan pola tingkah laku yang kita tampilkan secara berulang-ulang sepanjang hidup kita. Kita lakukan itu, karena kita merasa nyaman, menyenangkan. Bangun pukul 5 pagi, ke kantor pukul 7, bekerja, dan pulang pukul 4 sore. Istirahat, nonton TV, dan tidur pukul 10 malam. Begitu terus kita lakukan sehingga terbentuk satu pola kehidupan sehari-hari. Jika perubahan berpengaruh besar terhadap pola kehidupan tadi maka muncul mekanisme diri, yaitu penolakan.
RASA AMAN
Jika kondisi sekarang sudah memberikan rasa aman, dan kita memiliki kebutuhan akan rasa aman relatif tinggi, maka potensi menolak perubahan pun besar. Mengubah cara kerja padat karya ke padat modal memunculkan rasa tidak aman bagi para pegawai.
FAKTOR EKONOMI
Faktor lain sebagai sumber penolakan atas perubahan adalah soal menurun-nya pendapatan. Pegawai menolak konsep 5 hari kerja karena akan kehilangan upah lembur.
TAKUT AKAN SESUATU YANG TIDAK DIKETAHUI
Sebagian besar perubahan tidak mudah diprediksi hasilnya. Oleh karena itu muncul ketidak pastian dan keraguraguan. Kalau kondisi sekarang sudah pasti dan kondisi nanti setelah perubahan belum pasti, maka orang akan cenderung memilih kondisi sekarang dan menolak perubahan.
PERSEPSI
Persepsi cara pandang individu terhadap dunia sekitarnya. Cara pandang ini mempengaruhi sikap. Pada awalnya program keluarga berencana banyak ditolak oleh masyarakat, karena banyak yang memandang program ini bertentangan dengan ajaran agama, sehingga menimbulkan sikap negatif.

Taktik Mengatasi Penolakan Atas Perubahan
Coch dan French Jr. mengusulkan ada enam taktik yang bisa dipakai untuk mengatasi resistensi perubahan
1. Pendidikan dan Komunikasi. Berikan penjelasan secara tuntas tentang latar belakang, tujuan, akibat, dari diadakannya perubahan kepada semua pihak. Komunikasikan dalam berbagai macam bentuk. Ceramah, diskusi, laporan, presentasi, dan bentuk-bentuk lainnya.
2. Partisipasi. Ajak serta semua pihak untuk mengambil keputusan. Pimpinan hanya bertindak sebagai fasilitator dan motivator. Biarkan anggota organisasi yang mengambil keputusan
3. Memberikan kemudahan dan dukungan. Jika pegawai takut atau cemas, lakukan konsultasi atau bahkan terapi. Beri pelatihan-pelatihan. Memang memakan waktu, namun akan mengurangi tingkat penolakan.
4. Negosiasi. Cara lain yang juga bisa dilakukan adalah melakukan negosiasi dengan pihak-pihak yang menentang perubahan. Cara ini bisa dilakukan jika yang menentang mempunyai kekuatan yang tidak kecil. Misalnya dengan serikat pekerja. Tawarkan alternatif yang bisa memenuhi keinginan mereka
5. Manipulasi dan Kooptasi. Manipulasi adalah menutupi kondisi yang sesungguhnya. Misalnya memlintir (twisting) fakta agar tampak lebih menarik, tidak mengutarakan hal yang negatif, sebarkan rumor, dan lain sebagainya. Kooptasi dilakukan dengan cara memberikan kedudukan penting kepada pimpinan penentang perubahan dalam mengambil keputusan.

Konsep Pengembangan Organisasi
Berlainan dengan perubahan organisasi yang dirancang untuk memecahkan masalah-masalah yang terpisah, tertentu, sementara dan jangka pendek, pengembangan organisasi (Organizational Development / OD) dirancang tidak untuk masalah-masalah terpisah atau sementara. Pendekatan ini berjangka waktu lebih panjang, mencakup menggerakan keseluruhan organisasi ke tingkat perbaikan prestasi dan kepuasan para anggota yang lebih tinggi. Walaupun DO sering menyangkut perubahan teknologokal dan struktural, namun sasarannya dipusatkan pada pengubahan orang serta sifat dan kualitas berbagai hubungan pekerjaan mereka.
Pengembangan organisasi antara lain didefinisikan sebagai suatu usaha jangka panjang untuk memperbaiki proses-proses pemecahan masalah dan pembaharuan organisasi, terutama melalui manajemen budaya organisasi yang lebih efektif dan kolaboratif – dengan tekanan khusus pada budaya tim-tim kerja formal – dengan bantuan pengantar perubahan, katalisator, dan penggunaan teori dan teknologi ilmiah keperilakuan terapan, mancakup riset kegiatan (French dan Bell, 1987 dalam Handoko, 1991).
Dari definisi tersebut, ungkapan proses-proses pemecahan masalah adalah berkenaan dengan metoda-metoda organisasi dalam penanganan berbagai ancaman dan kesempatan dari lingkungannya. Proses pembaharuan, berkenaan dengan manajer dalam menyesuaikan gaya dan tujuan pemecahan masalah untuk memenuhi berbagai permintaan pengubahan lingkungan organisasi. Manajemen kolaboratif, berarti manajemen melalui partisipsi bawahan dan pembagian kekuasaan, bukan melalui pembebanan wewenang secara hierarkis. Istilah budaya, berkenaan dengan pola-pola umum berbagai kegiatan interaksi, norma, nilai, sikap, dan perasan. Budaya ini menyangkut aspek-aspek informal kehidupan organisasi. Riset kegiatan merupakan cara pengantar perubahan pengembangan organsasi menjalankan proses belajar aspek-aspek organisasi apa yang perlu diperbaiki dan bagaimana organisasi dapat dibantu untuk membuat perbaikan-perbaikan tersebut. Riset kegiatan ini meliputi: (1) suatu diagnosa pendahuluan terhadap masalah oleh pengantar perubahan OD; (2) pengumpulan data untuk mendukung diagnosa; (3) umpan balik data kepada para anggota organisasi; (4) eksplorasi data oleh anggota organisasi; (5) perencanaan kegiatan yang tepat; dan (6) pengambilan kegiatan yang tepat.
Berdasarkan kelompok sasarannya, teknik-teknik pengembangan organisasi dapat diringkas sebagai berikut:
Pengembangan organisasi (PO) untuk perseorangan. Dengan teknik latihan sensitifitas. Meningkatkan sensitifitas dan ketrampilan penanganan hubungan-hubungan antar pribadi.
PO untuk dua atau tiga orang. Teknik Analisis Transaksional, mengajarkan orang-orang untuk mengirim berita yang jelas dan bertanggung jawab serta memberikan tanggapan yang wajar dan beralasan.
PO untuk tim atau kelompok. Konsultasi proses, konsultan membantu anggota kelompok merubah cara-cara mereka bekerja bersamadan mengembangkan berbagai ketrampilan diagnostuk dan pemecahan masalah yang dibutuhkan untuk pemecahan yang lebih efektif.
PO untuk hubungan-hubungan antar kelompok. Pertemjan (rapat) konfrontasi, untuk memungkinkan organisasi menilai kesehatannya sendiri dan untuk menetapkan rencana-rencana kegiatan perbaikan.
PO untuk organisasi keselutuhan. Teknik survei umpan balik, diguinakan untuk memperbaiki operasi-operasi organisasi secara keseluruhan. Hasil survei (umpan balik) digunakan untuk memecahkan masalah dan memanfaatkan kesempatan yang ada.
Teknik PO lainnya yang telah dikenal adalah “Grid OD”, didasarkan atas kisi-kisi manajerial dari Blake dan Mouton. Kisi-kisi ini mengidentifikasikan orientasi - perhatian manajemen terhap pekerjaan (produksi) atau terhadap orang (karyawan). Dengan grid OD ini gaya atau orientasi manajer dapat diketahui, sampai berapa jauh posisinya dari gaya atau orientasi yang paling efektif. Dengan demikian gaya-gaya manajerial yang sekarang dapat diarahkan kepada yang paling diharapkan (grid 9,9) melaui:
(1) Tahap latihan,
Para manajer kunci mempelajari konsep-konsep grid dan menerapkan dalam seminar panjang. Mereka menilai gaya manajerial mereka sendiri dan bekerja pada perbaikan keterampilan seperti pengembangan tim, pemecahan maslaha kelompok dan komunikasi. Setelah instruksi cocok maka mengimplementasikan program grid di seluruh organisasi.
(2) Tahap pengembangan tim,
Pusat perhatiannya pada perbaikan baik manajer dengan bawahan maupun efektifitas tim,
(3) Tahap pengembangan antar kelompok,
Memusatkan pada hubungan antara kelompok-kelompok kerja organisasi untuk memperbaiki koordinasu dan kerjasama.
(4) Tahap penetapan tujuan organisasi,
Manajer puncak menciptakan organisasi yang ideal, dengan menetapkan tujuan-tujuan yang telah diuji dan di rumuskan bersama-sama dengan para manajer dan bawan organisasi
(5) Tahap pencapaian tujuan
Para anggota organisasi berusaha membuat model realitas yang ideal. Setiap satuan organisasi dan memeriksa bagaimana kegiatan-kegiatan yang seharusnya di jalankan agar hasilnya lebih baik dan bila perlu mengkoreksi hasil kegiatan tersebut.
(6) Tahap stabilisasi.
Dari semua tahap-tahap hasilnya di evaluasi untuk menentukan bidang-bidang organisasi mana yang masih membutuhkan perbaikan atau perubahan, stabilitas harus tetap dilakukan terhadap perubahan-perubahan yang positif dan mengindentifikasikan bidang-bidang kesempatan baru bagi organisasi.
Ciri - Ciri Organisasi

Menurut Kenneth N. Wexley, Ph.D dan Gary A.Yukl, Ph.d. dalam buku Organization Behavior and Personnel Psyclogy.
a. Mengandung suatu system organisasi total.
b. Memandang organisasi dari sudut ancangan atau pendekatan system.
c. Dibantu oleh manejemen puncak.
d. Sering digunakan pelayanan seorang perantara bahan pihak ketiga.
e. Merupakan suatu usaha terencana.
f. Dimaksudkan untuk menigkatkan kemampuan dan kesehatan organisasi.
g. Mengunkan pengetahuan.
h. Suatu proses jangka panjang.
i. Pengembangan organisasi merupakan suatu proses yang terus – menerus , tampa henti.
j. Bertumpu pada pengalaman seperti bertentangan dengan pengetahuan didaktik.
k. Suatu model campur tangan riset ti tindakan.
l. Menekankan pentingnya penetuan tujuang dan kegiatan perencanaan.
a. Adanya suatu kelompok orang yang dapat dikenal dan saling mengenal,
b. Adanya kegiatan yang berbeda-beda, tetapi satu sama lain saling berkaitan (interdependent part) yang merupakan kesatuan kegiatan,
c. Tiap-tiap orang memberikan sumbangan atau kontribusinya berupa; pemikiran, tenaga, dan lain-lain,
d. Adanya kewenangan, koordinasi dan pengawasan,
e. Adanya tujuan yang ingin dicapai.

Metode Pengembangan Organisasi
• Metode Pengembangan Perilaku
 Jaringan Manajerial (managerial Grid)
 Latihan kepekaan
 Pembentukan Tim
 Umpan Balik Survei
• Metode Pengembangan Ketrampilan dan sikap
 On the job training
 Job Instruction Training
 Of the job training
 Vestibule trainingPengembangan organisasi (PO) sebagai suatu disiplin perubahan perencanaan yang menekankan pada penerapan ilmu pengetahuan dan praktek keperilakuan untuk membantu organisasi-organisasi mencapai efektivitas yang lebih besar. Para manajer dan staf ahli harus bekerja dengan dan melalui orang-orang untuk melaksanakan tugas-tugas mereka dan PO dapat membantu mereka membentuk hubungan yang efektif di antara mereka. Di dalam menghadapi akselerasi perubahan yang semakin cepat, PO diperlukan untuk bisa mengatasi konsekuensi-konsekuensi dari perubahan tersebut.


Sejarah pengembangan organisasi ditunjukkan oleh lima latar belakang/batang: pelatihan laboratorium, umpan balik survei, riset tindakan, produktivitas dan kualitas kehidupan kerja, serta perubahan strategik. Pertumbuhan yang berkelanjutan di dalam sejumlah deversitas pendekatan PO, praktisi, dan keterlibatan organisasi membuktikan sehatnya suatu disiplin dan menawarkan suatu prospek yang menguntungkan di waktu mendatang.




Kesimpulan
Banyak faktor-faktor mepengaruhi suatu organisasi yang mana sebagian besar faktor-faktor tersebut berubah secara kontinyu. Faktor-faktor ini merupakan kekuatan-kekuatan yang menimbulkan atau menyebabkan perubahan. Kekuatan-kekuatan ini dapat berasal dari dalam (internal) maupuin dari luar (eksternal) organisasi.dalam perubahan tersebut mengalami suatu proses yang cukup panjang, misalnya adanya tekanan.
Tetapi tidak semua perubahan tersebut berjalan dengan lancar karena pasti ada penolakan dari perubahan tersebut,karena dari mereka takut akan dampak atau pengaruh yang tidak pasti akibat dari perubahan tersebut, tapi di balik permasalahan tersebut pasti ada solusi , solusi yang dapat dilakukan salah satunya adalah manajer harus menjelaskan mengapa dan apa sebab perubahan tersebut terjadi agar semuanya terlihat jelas.
Berlainan dengan perubahan organisasi yang dirancang untuk memecahkan masalah-masalah yang terpisah, tertentu, sementara dan jangka pendek, pengembangan organisasi (Organizational Development / OD) dirancang tidak untuk masalah-masalah terpisah atau sementara.
Pengembangan organisasi antara lain didefinisikan sebagai suatu usaha jangka panjang untuk memperbaiki proses-proses pemecahan masalah dan pembaharuan organisasi, terutama melalui manajemen budaya organisasi yang lebih efektif dan kolaboratif – dengan tekanan khusus pada budaya tim-tim kerja formal – dengan bantuan pengantar perubahan, katalisator, dan penggunaan teori dan teknologi ilmiah keperilakuan terapan, mancakup riset kegiatan (French dan Bell, 1987 dalam Handoko, 1991).


Nama Anggota Kelompok :
1. Tri Anita Yesi (33109292)
2. Affiani Hanifatillah (30109614)
3. Yunia Mara S. (30109051)
4. Poppy Pitriyani(32109227)
5. Fithri Rahmatiah (30109683)

Senin, 10 Mei 2010

TUGAS 9

1. Analisa pernyataan Rita terakhir, "Kami sesungguhnya tidak berkomunikasi secara baik". Apa status komunikasi atasan - bawahan dalam peristiwa ini? Katz dan Khan telah mengidentifikasikan lima tujuan proses atasan - bawahan. Sebutkan tujuan atau maksud proses tersebut yang diabaikan dalam kasus ini !

jawab : Status komunikasi dalam kasus ini adalah pemikiran yang setia pada pekerjaannya.

Tujuan proses yang diabaikan dalam kasus ini adalah :
* tidak berkomunikasi dengan baik
* atasan tidak pernah memberi tahukan hal pekerjaannya
* atasan tidak mengetahui kemampuan gagasan cara bawahannya bekerja
* tidak dapat mengetahui keberhasilan karyawan dalam melaksanakan pekerjaan dan pencapaian produktivitas kerja yang optimal
* tidak dapat mengetahui hasil kerja dari pegawainya.

2.Apakah ada implikasi - implikasi dalam peristiwa (kejadian) ini untuk komunikasi atasan - bawahan dan untuk komunikasi interaktif ?

jawab : dalam kasus ini tidak ada implikasinya, karena dalam kasus ini terdapat komunikasi yang kurang baik antara atasan - bawahannya.

3. Apa hambatan - hambatan terhadap komunikasi efektif dalam kasus ini ?

jawab : * komunikasi atasan - bawahan yang kurang efektif
* atasan yang tidak pernah memperhatikan pekerjaan bawahannya
* komunikasi horisontal, komunikasi yang terjadi antarpekerja dalam tingkatan struktur yang sama, biasanya berbentuk gosip, selentingan
* komunikasi nonformal, bisa diartikan sebagai komunikasi yang dilakukan di luar bentuk formal semacam rapat.

Sabtu, 01 Mei 2010

TUGAS 8

1.jelaskan mengapa pendelegasian wewenang merupakan kuci dari organisasi ?

jawab :

Pendelegasian wewenang adalah suatu proses yang bertahap, yang juga merupakan jalinan hubungan antara fungsi-fungsi yang ada dalam organisasi. Dengan demikian maka proses Pendelegasian wewenang itu merupakan hubungan atasan dengan bawahan, merupakan mata rantai yang terus-menerus bersambung.
Seseorang pemimpin baru dapat melakukan kegiatan atau memerintah setelah ia memperoleh wewenang. Bawahan tidak akan melakukan kegiatan dalam perusahaan, jika tidak ada perintah dari atasan, sehingga tidak ada kegiatan dalam perusahaan atau perusahaan tidak dapat merealisasi tujuannya. Delegation of authority sulit untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia secara tepat, karena dalam Delegation of authority ini terdapat sifat“ Du Characteristic”.


2.mengapa atasan tidak mau mendelegasikan wewenang kepada bawahannya dan mengapa pula bawahan tidak mau menerima pendelegasian dari atasannya?

jawab :
*karena atasanlah yang bertanggung jawab pada delegasi wewenangnya, maka sesungguhnya organisasi itu tidak butuh siapa-siapa selain dia sendiri.


* bawahan tidak mau menerima pendelegasian dari atasan karena takut bila bawahan melakukan delegasi, bawahan kehilangan wewenang, padahal tidak, karena tanggung jawab tetap berada pada sang atasan.

3.mengapa tanggung jawab tidak dapat didelegasikan?jelaskan!

jawab :

tidak semua pekerjaan dapat didelegasikan begitu juga tanggung jawab karena Delegasi
adalah menyerahkan sebagian dari tugas Anda kepada orang lain. Jika Anda adalah pemimpin, maka
bidang tugas dan tanggung jawab pasti sangat melebihi kapasitas Anda untuk dapat mengerjakan
semuanya sendiri. Sebagian dari tugas dan tanggung jawab Anda harus diserahkan

4.menurut sumbernya kekuasaan itu terbagi 6? sebutkan dan jelaskan!

jawab :

a). Reward Power
kekuasaan yang muncul sebagai akibat dari seseorang yang posisinya memungkinkan dirinya untuk memberikan penghargaan terhadap orang-orang yang berada di bawahnya
b). Coercive Power
Kekuasaan untuk memberikan hukuman adalah kebalikan atau sisi negatif dari reward power
c). Legitimate Power
Legitimate Power atau Kekuasaan yang Sah adalah kekuasaan yang muncul sebagai akibat dari suatu legitimasi tertentu
d). Expert Power
Kekuasaan yang berdasarkan keahlian atau kepakaran adalah kekuasaan yang muncul sebagai akibat dari kepakaran atau keahlian yang dimiliki oleh seseorang

e). Referent Power
kekuasaan yang muncul akibat adanya karakteristik yang diharapkan oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap seseorang yang memiliki pengaruh terhadap seseorang atau sekelompok orang tersebut.

Selasa, 27 April 2010

TUGAS 7

1.sebutkan perbedaan antara keputusan dan pengambilan keputusan?

jawab : *Keputusan adalah suatu reaksi terhadap beberapa solusi alternatif yang dilakukan secara sadar dengan cara menganalisa kemungkinan - kemungkinan dari alternatif tersebut bersama konsekuensinya.Setiap keputusan akan membuat pilihan terakhir, dapat berupa tindakan atau opini. Itu semua bermula ketika kita perlu untuk melakukan sesuatu tetapi tidak tahu apa yang harus dilakukan. Untuk itu keputusan dapat dirasakan rasional atau irrasional dan dapat berdasarkan asumsi kuat atau asumsi lemah.

*Pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia

2.sebutkan dan jelaskan proses pengambilan keputusan ?
http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3008922499275738758
jawab : a. Kegiatan Intelijen : Menyangkut pencarian berbagai kondisi lingkungan yang diperlukan bagi keputusan.
b. Kegiatan Desain : Tahap ini menyangkut pembuatan pengembangan dan penganalisaan berbagai rangkaian kegiatan yang mungkin dilakukan.
c. Kegiatan Pemilihan : Pemilihan serangkaian kegiatan tertentu dari alternative yang tersedia.

3.menurut pendapat saudara mana yang lebih baik mengambil keputusan sendiri atau secara kelompok?jelaskan!

jawab : menurut saya mengambil keputusan lebih baik itu secara kelompok karena kita membutuhkan solusi dari kelompok kita untuk pengambilan keputusan dan kita harus yakin dengan kepitusan yang diambil selama keputusan itu tidak merugikan kita dan orang lain.

4.mengapa setiap orang yang membuat keputusan selalu dihadapkan dengan kondisi certainly,risk dan uncertainly,jelaskan pendapat saudara?

jawab :*certainly : Nilai-nilai individu pengambil keputusan merupakan keyakinan dasar yang digunakan seseorang jika ia dihadapkan pada permasalahan dan harus mengambil suatu keputusan.

*Risko : kurangnya kendali atas hasil tindakan dan menganggap bahwa si pengambil keputusan memiliki pengetahuan hasil tindakan walaupun ia tidak dapat mengendalikannya.

*Uncertainly : Beberapa pengambil keputusan memiliki suatu orientasi ideologi tertentu yang berarti keputusan dipengaruhi oleh suatu filosofi atau suatu perangkat prinsip tertentu.

Selasa, 20 April 2010

TUGAS 6

1. banyak istilah yang digunakan untuk menyebut motivasi, sebutkan minimal 5 istilah tersebut ?
jawab :

a)Pertama, pemberian motivasi berkaitan langsung dengan usaha pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasional. Tersirat pada pandangan ini bahwa dalam tujuan dan sasaran organisasi telah tercakup tujuan dan sasaran pribadi anggota organisasi. Pemberian motivasi hanya akan efektif apabila dalam diri bawahan yang digerakkan terdapat keyakinan bahwa dengan tercapainya tujuan maka tujuan pribadipun akan ikut pula tercapai

b)Kedua, motivasi merupakan proses keterkaitan antara usaha dan pemuasan kebutuhan tertentu. Usaha merupakan ukuran intensitas kemauan seseorang. Apabila seseorang termotivasi, maka akan berusaha keras untuk melakukan sesuatu.

c)Ketiga, kebutuhan. Kebutuhan adalah keadaan internal seseorang yang menyebabkan hasil usaha tertentu menjadi menarik. Artinya suatu kebutuhan yang belum terpuaskan menciptakan “ketegangan” yang pada gilirannya menimbulkan dorongan tertentu pada diri seseorang.


d)Istilah motivasi bukanlah hal yang asing bagi kita, karena motivasi adalah sesuatu yang tidak tampak, tapi keberadaannya sangat menentukan dalam menunjang keberhasilan seseorang dalam mencapai suatu tujuan.

b)Istilah motivasi sering jumbuh dengan semangat. Saya sendiri kadang mengguna­kan dua istilah tersebut secara tidak tepat. Jika semangat adalah keterlibatan emosi saat me­lakukan aktivitas, maka motivasi adalah alasan yang menggerakkan seseorang untuk bertin­dak. Semakin kuat motivasi seseorang, semakin menyala semangatnya. Artinya, motivasi me­rupakan salah satu faktor pemacu semangat anak. Semakin kuat motivasi, semakin menyala-nyala semangat dalam diri anak.

e)Istilah Motivasi adalah penggerak kita menuju kesuksesan. Pemahaman kita terhadap prisip-prinsipnya akan memberi kita kendali bagi kehidupan pribadi maupun profesional kita. Dengannya, kepemimpinan kita akan semakin efektif.

2. jelaskan dan gambarkan model proses teori motivasi ?
jawab :

motivasi di pandang sebagai proses psikologis dasr yang terdiri atas berbagai kebutuhan,dorongan,dan tujuan.sedangkan pada proses pada motivasi fisiologis yang merupakan motivasi alamiah(biologis) seperti lapar,haus

→Model proses teori motivasi adalah….

proses teori motivasi————–>proses psikologis——————–>kebutuhan——->dorongan

proses teori motivasi ————->fisiologis——————–>haus———>lapar

3.teori menurut :
jawab :

a) Teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan)

Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H.Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu :

* Fisiologis
* Keamanan, keselamatan dan perlindungan
* Sosial, kasih sayang, rasa dimiliki
* Penghargaan, rasa hormat internal seperti harga diri, prestasi
* Aktualisasi diri, dorongan untuk menjadi apa yang mampu ia menjadi.

b) Menurut Herzberg (1966), ada dua jenis faktor yang mendorong seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan dan menjauhkan diri dari ketidakpuasan. Dua faktor itu disebutnya faktorhigiene (faktor ekstrinsik) dan faktor motivator (faktor intrinsik). Faktor higiene memotivasi seseorang untuk keluar dari ketidakpuasan, termasuk didalamnya adalah hubungan antar manusia, imbalan, kondisi lingkungan, dan sebagainya (faktor ekstrinsik), sedangkan faktor motivator memotivasi seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan, yang termasuk didalamnya adalah achievement, pengakuan, kemajuan tingkat kehidupan, dsb (faktor intrinsik).

c)TEORI MOTIVASI DOUGLAS McGREGOR
Mengemukakan dua pandangan manusia yaitu teori X (negative) dan teori y (positif), Menurut teori x empat pengandaian yag dipegang manajer
a. karyawan secara inheren tertanam dalam dirinya tidak menyukai kerja
b. karyawan tidak menyukai kerja mereka harus diawasi atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan.
c. Karyawan akan menghindari tanggung jawab.
d. Kebanyakan karyawan menaruh keamanan diatas semua factor yang dikaitkan dengan kerja.

d)Achievement TheoryTeori achievement Mc Clelland (1961),
yang dikemukakan oleh Mc Clelland (1961), menyatakan bahwa ada tiga hal penting yang menjadi kebutuhan manusia, yaitu:
• Need for achievement (kebutuhan akan prestasi)
• Need for afiliation (kebutuhan akan hubungan sosial/hampir sama dengan soscialneed-nya Maslow)
• Need for Power (dorongan untuk mengatur)

Rabu, 14 April 2010

TUGAS 5

1. Konflik adalah suatu akibat yang tidak dapat dihindarkan dari interaksi
organisasional maupun individu dan dapat diatasi dengan mengenali sumber-sumber konfliknya sendiri.

2. perbedaan pendapat yang menjadikan anggota kelompok susah untuk menyelesaikannya karena pendapat tersebut sama - sama baik.

3. karena berdampak buruk kepada anggota kelompok jika pendapat tersebut tidak dapat diselesaikan dengan baik - baik

4. * personal role conflict => konflik pribadi yang terjadi pada diri sendiri contohnya yang pernah saya alami sendiri berantem dengan adik karena perbedaan pendapat atau juga karena kekesalan saya terhadap adik saya.

*inter role conflict => seorang anggota kelompok dapat dihukum oleh kelompoknya karena tidak dapat mengerjakan konfliknya secara baik.

*intersender conflict => seorang pekerja yang bekerja sesuai dengan aturan - aturan yang tertera pada perusahaannya tersebut dan mendapatkan hal yang diharapkan oleh pekerja tersebut.

*intrasender conflict => seseorang yang diberikan pekerjaan, tetapi tidak dapat dibantu oleh teman - temannya karena teman - temannya tidak dapat membantu.

5.karena dengan adanya konflik itu hidup menjadi penuh warna, kita juga bisa mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman dari adanya konflik, karena dengan tidak adanya konflik hidup akan terasa hampa.